Business

Pasca Ramadan, Belanja Offline Mulai Menggeliat

Sumber: ShopBack

Ramadan 2021 sukses menjadi motor penggerak belanja konsumen Indonesia. Riset Continuum Data Indonesia mengungkapkan aktivitas belanja daring pengguna media sosial di Indonesia pada periode 1-25 April 2021 meningkat tiga kali lipat. Indeks konsumsi masyarakat juga naik 17% dibanding masa sebelum Ramadan.

Aplikasi prabelanja ShopBack berupaya membaca lebih jauh perilaku belanja pasca Ramadan di Indonesia. Aplikasi ini mengumpulkan jawaban dari 2.200 responden secara daring setelah Idul Fitri. Ramadan 2021 terbukti mengubah cara belanja konsumen.

Saat Ramadan, belanja daring memang sangat kuat. Namun, geliat belanja offline mulai terlihat menguat pasca Ramadan dan Idul Fitri.

“Pandemi berhasil memutarbalikkan ekonomi dan kehidupan, termasuk cara belanja. Untuk itu, pelaku bisnis harus terus membaca perubahan konsumen untuk membuat perencanaan pemasaran yang paling strategis dan relevan,” kata Galuh Chandra Kirana, Country General Manager of ShopBack Indonesia.

Tren THR Ramadan 2021 (Sumber: ShopBack)

Ada tiga tren belanja yang terbentuk pada Ramadan 2021. Pertama, Tunjangan Hari Raya (THR) cenderung menjadi kunci utama peningkatan belanja. Sekitar 36% responden menyatakan menerima THR penuh, 15% tidak menerima THR penuh, dan 13% tidak meneruma THR. Sisanya, tidak menerima THR karena tidak atau baru masuk kerja.

Kedua, Ramadan cenderung meningkatkan konsumsi. Lebih dari 60% responden berbelanja daring setidaknya satu minggu sekali. ShopBack juga mencatat puncak belanja daring pada minggu ketiga Ramadan. Pembelanjaan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.

Tren belanja Ramadan 2021 (Sumber: ShopBack)

Ketiga, naiknya tren wisata dan hampers. Tahun ini, Ramadan dan Idul Fitri masih dibatasi akibat pandemi yang belum reda. Di tengah pembatasan ini, konsumen tetap ingin menjalin komunikasi.

ShopBack menemukan 90% responden memilih untuk tidak mudik. Namun, 61% tetap mengunjungi keluarga di dalam kota dan 13% memiliih untuk staycation. Tren lainnya adalah berkirim hampers atau parsel yang naik drastis. Sekitar 34% responden memesan hampers untuk kerabat dan keluarga. Tiga produk hampers andalan adalah makanan dan minuman, saldo e-wallet, dan pernak-pernik.

Geliat belanja offline mulai terlihat

Kebiasaan belanja konsumen saat Ramadan (Sumber: ShopBack)

Setelah Ramadan, satu hal yang mulai menggelitik pemasar adalah tendensi konsumen untuk kembali berbelanja offline. Riset ShopBack menunjukkan ada tiga alasan utama yang mendorong hal ini. Di antaranya, kebutuhan untuk melihat barang langsung, kepraktisan berbelanja dalam jumlah banyak di satu tempat, dan keinginan untuk berhubungan dengan lingkungan.

Belanja menjadi obat dari pandemic fatigue yang mulai dirasakan oleh konsumen. Mereka akhirnya berusaha mencari cara untuk tetap keluar, salah satunya dengan alasan memenuhi kebutuhan.

“Perekonomian perlahan merangkak naik dengan digital shift yang semakin kuat. Namun, kanal offline tentu tidak bisa diabaikan karena kita akan kembali seperti semula. Pemasar harus bisa terus memanfaatkan kondisi untuk melakukan percepatan kenormalan kembali,” tutup Galuh.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

MARKETEERS X








To Top