Service Centric Jadi Strategi LINE Bangun Keterikatan Dengan Gen Z

profile photo reporter Bianca Astira
BiancaAstira
24 Maret 2022
marketeers article

Generasi Z atau Gen Z menjadi konsumen masa depan yang kerap dibidik oleh berbagai merek. Gen Z cenderung memiliki pola perilaku yang kritis dan terbuka. Hal tersebut menuntut para merek untuk menghadirkan value dan dampak yang bermakna. Pada perhelatan WOW Brand Festive Day 2022 yang bertajuk Branding in The Endemic Year, Fanny Verona selaku Country Manager LINE Indonesia mengulas strategi yang dilakukan LINE Indonesia dalam membangun keterikatan dengan kaum Gen Z.

Menurut sosok yang memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di bidang PR dan marketing ini, LINE telah menjadi main messenger khusus untuk para Gen Z berinteraksi dengan teman-temannya. Tak heran jika Gen Z merupakan target pasar yang dibidik oleh LINE.

“LINE is a safe place for Gen Z to express themselves. Mungkin awalnya LINE hadir sebagai sebuah platform messenger yang menargetkan semua segmen umum, namun akhirnya kami menyadari bahwa secara natural yang menjadi pengguna setia kami justru para Gen Z. Mereka gemar dengan virtual yang dinamis yang kami tawarkan. Mulai dari personalisasi tema dan sejumlah fitur yang berkenaan dengan mereka. Sebab itu, kami fokus kepada Gen Z,” jelas Fanny, Rabu, (23/03/2022).

Dalam kesuksesannya beradaptasi di tengah situasi yang sangat dinamis seperti sekarang, LINE selalu mendengarkan para penggunanya. Perusahaan kerap mendengarkan segala feedback, keinginan maupun kebutuhan para penggunanya. Inovasi yang dihadirkan LINE pun berangkat dari situ.

Service centric adalah strategi kami dan menjadi diferensiasi dibanding perusahaan-perusahaan lain. Biasanya, perusahaan lain membawa konsep function centric.” tegasnya.

Untuk mendukung hal ini,  LINE memiliki tim internal, yakni service team yang bertanggung jawab mencari insight untuk mengembangkan layanan dan core team yang fokus pada fitur-fitur yang dibutuhkan untuk mengembangkan LINE. Ia melanjutkan, langkah ini mampu mendorong semangat entrepreneurial sehingga setiap tim memiliki rasa ownership akan pekerjaannya sendiri.

“Kami juga secara aktif melakukan survei dan focus group discussion untuk menggali insight mengenai minat dan kebutuhan para pengguna. Bukan hanya dari level service, tapi kami juga mencari tahu paint points yang kerap dihadapi dan bagaimana LINE mampu menjadi solusi bagi mereka,” tutup Fanny.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related